Sabtu, 28 September 2013

SATE AMBAL

SATE AMBAL

Sekalipun ada Sate Kambing dan Sate ayam dari Madura misalnya, Sate Ambal tidak terasa tersaingi, bahkan tak sedikit ada rasa akan tersingkirkan. Bahkan, sate tersebut semakin dicari orang terutama bagi mereka yang pernah mencobanya.

Bagi Wisatawan yang kebetulan mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Kebumen, atau hanya sekedar untuk datang di kota Lawet ini, bisa menikmati Sate Ambal ini dengan hanya mengeluarkan uang tak lebih dari Rp 8.000,- untuk satu orang.
Perlu diketahui, bahwa Sate Ambal yang cukup terkenal ini berada di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Kalau dari pasar Kutowinangun menuju arah barat, ada pertigaan terus ambil jalan ke kiri sekitar 10 km dan dari Kecamatan Ambal menuju arah timur.

Saat ini, penjual Sate Ambal ini yang cukup terkenal adalah Pak Kasman 52 tahun, yang katanya menjadi penjual sate sejak masih Sekolah Rakyat. Pengetahuannya membuat sate ini diperoleh dari ayahnya yang bernama Pak Sabar, di mana orang tersebut dulu juga cukup terkenal.
 


Beberapa sumber mengatakan, bahwa penjual Sate yang ada di Ambal ini dulunya memang merupakan keturunan dari orang tuanya yang berjualan sate. Tanpa ada "darah sate" yang mengalir di tubuhnya itu, konon tak akan bisa membuat Sate yang bisa membuat orang ketagian untuk melahapnya.

Hal tersebut diakui oleh Pak Kasman, selain orang tuanya Pak Sabar yang juga pembuat dan penjual sate, kakeknya yang bernama Samikin juga merupakan Tokoh Sate Ambal. Untuk itu, Pak Kasman merupakan keturunan ketiga dari tokoh sate Ambal yang sekarang sedang terkenal.

Hal ini bisa dibuktikan, sewaktu Bupati Kebumen, Amin Sudibyo menikahkan anaknya yang perempuan belum lama ini, Pak Kasman diminta untuk membuatkan Sate Ambal di rumah Dinas Bupati tersebut, untuk tamunya yang hadir. Untuk keperluan tersebut, Pak Kasman mengerahkan sejumlah tenaganya sejak dari memotong sampai menjadi sindikan Sate yang siap untuk dibakar, maksudnya dipanggang.

Selain itu, Pak Kasman juga sering mendapat panggilan untuk hal yang sama. Baik itu untuk keperluan acara pernikahan, atau resepsi ulang tahun. Namun begitu, di rumah selalu tersedia Sate yang sudah siap untuk disantap.

Untuk bisa membuat Sate yang benar-benar bisa membuat orang segera ingin menyantapnya, ternyata ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah ayam betina, atau ayam babon yang dagingnya banyak mengandung gajih. Lagi pula, ayam jantan seperti jago katanya tak akan bisa menjadi Sate yang enak.

Soto Sokaraja di Difa

 Mencicipi Soto Sokaraja di Difa Kuliner Dagingnya Empuk dengan Tambahan Bumbu Kacang  yang Gurih.


Soto Sokaraja sudah sangat masyhur di jagad kuliner sebagai makanan tradisional yang menyegarkan. Soto ini identik dengan bumbu kacangnya yang kental. Jangan buru-buru pergi ke Sokaraja untuk menikmatinya, karena di Kebumenpun ada.

SUDARNO AHMAD NASHORI, Kebumen

   Berbeda dengan kebanyakan jenis soto lain yang menggunakan nasi, Soto Sokaraja menyajikan potongan ketupat sebagai penghasil karbohidrat. Di atas potongan ketupat inilah ditaburi racikan irisan daging, daun bawang, tauge pendek serta bawang goreng. Tak lupa potongan kerupuk juga turut memenuhi mangkuk. Racikan tersebut kemudian diguyur dengan kuah soto.
    Ciri khas lain yang ada dalam Soto Sokaraja yakni sambal kacang, yang wajib ditambahkan para penikmatnya. Sambal ini selain menambah citarasa pedas, juga membuat kuah soto yang semula bening dan terasa ringan menjadi coklat dan kental. Selain sambal ini, pendamping soto Sokaraja yang biasa disajikan adalah mendoan.    
    Paduan yang disajikan sambal kacang dan kegurihan kuah soto membuat daging soto terasa kompleks. Para penikmat soto akan merasakan daging yang disajikan terasa sayang untuk sekadar dihancurkan oleh gigitan saja tanpa melumat nuansa khas kacang dan rempah yang meresap ke daging.
    "Soto Sokaraja itu berbeda dengan soto-soto lain. Soto Sokaraja itu nggak pakai bihun dan kobis. Yang jelas Soto Sokaraja memiliki rasa yang lebih mantap," kata penjual soto Sokaraja di Difa Kuliner, Ermina Zaenah.
    Difa Kuliner yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 29 Kebumen tersebut menjual satu porsi soto Sokaraja dengan harga Rp 7500. Selain Soto Sokaraja, tempat ini juga menyediakan menu lainnya antara lain kupat tahu Kebumen, gado-gado dan aneka pilihan minuman segar.
    Menikmati sajian menu ditempat ini terasa nyaman dan ditawarkan dengan suasana santai dengan konsep lesehan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas free wi-fi. Jadi tempat ini juga sangat cocok dijadikan sebagai tempat nongkrong. Difa Kuliner buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 18.00 WIB. (ori)